NAMA : WIRA TRI BARKAH
NRP : C14100038
LASKAR : 10

I. Cerita Inspirasi Dari Diri Sendiri
Kisah SMA membuat saya sadar bahwa kita sendiri lah yang menjadikan diri kita besar. Jangan pernah merasa rendah dari oran lain, karena tanpa kita sadari kita juga memiliki kemampuan yang besar untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Cerita ini berawal saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Kata ujian adalah kata yang begitu berat bagi saya. Saya selalau merasa sulit untuk mendapatkan nilai yang baik dalam setiap ujian, sehingga tak jarang saya mendapat ujian ulangan, padahal saya telah belajar, dan mengulangi materi yang akan di ujikan. Karena hal tersebut timbul pemikiran bahwa orang – orang di sekelilingku adalah orang yang hebat, dan saya adalah yang paling lemah di antaranya.
Saya ingat, waktu itu akan dilaksanakan ujian fisika. Saya pun berkeinginan untuk tidak mendapatkan nilai yang jelek, akhirnya sayapun belajar. Alhasil, saat kertas ujian di bagikan saya mendapatkan nilai yang cukup baik, yaitu 84. Dari hasil tersebut, saya baru menyadari bahwa saya yang kemarin, yang sering mendapat ujian ulangan adalah saya yang tak pernah tuntas dalam memahami materi, dan setengah-setengah dalam belajar.
Sebenarnya tidak ada yang berbeda diantara kita. Sugesti buruk yang muncul dari diri kita lah yang membuat kita berpikir bahwa kita adalah orang yang lemah.
Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi, yang sesungguhnya itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Sering kali kita memvonis keadaan itu sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos-mitos: aku tidak beruntung, nasibku jelek, aku orang gagal, dan lebih parah lagi menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk “ketidakadilan” Tuhan.
Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu, jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses! Kesadaran tentang jati diri bila telah mampu kita temukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah sedahsyat ombak besar di samudra nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental yang optimis aktif, dan siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.
“Jati diri kita adalah sama-sama manusia! Tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bisa sukses, kita pun bisa sukses!”

II. Cerita Inspirasi Berkenaan Dengan Orang Lain
Ketika itu saya baru saja sampai di salah satu pusat perbelanjaan di kota Bogor. Di sekeliling, saya memperhatikan hiruk pikuk keadaan pasar. Cuaca cerah membuat panas keadaan para pengunjung pasar. Keadaan seperti itu mengurungkan niat saya yang ingin berbelanja. Tak terasa siang begitu cepat berlalu. Keadaan berubah menjadi mendung. Tak lama kemudian hujan turun dengan deras. Saya memutuskan untuk menunggu hujan berhenti. Yah,seperti itulah keadaan kota Bogor,tiada hari tanpa hujan. Lama saya menunggu, hujan pun tak kunjung reda. Karena takut kemalaman, akhirnya sayapun mememutuskan untuk kembali ke asrama putra TPB.
Karena hujan belum juga berhenti, dan kebetulan waktu itu saya lupa membawa payung, sayapun bermaksud menyewa payung untuk sampai ke angkot tujuan. Akhirnya saya memanggil seorang anak kecil yang tentunya adalah salah satu orang yang memberikan jasa penggunaan payung. Dalam perjalanan menuju angkot saya sempat berbincang kepada anak kecil itu. “Adek kok mau kerja kayak gini,kan masih kecil. gak dimarahin ibunya?” Tanya saya. ” Yaahh, mau gimana lagi a’,saya cuma pengen nolong ibu cari uang. “Ibunya tau kamu kerja kayak gini?”.”Enggak a’,ibu gak perlu tau”. Mendengar kata-kata anak itu hati saya tersentak. Ternyata masih banyak orang yang tidak seberuntung saya. Sedangkan saya hanya bisa meminta kepada orang tua tanpa memikirkan betapa sulitnya mereka mencari penghasilan.
Dari pengalaman tadi saya berniat untuk mengubah sifat buruk saya. Saya tidak ingin mengecewakan mereka, orang – orang yang saya cintai,orang tua dan keluarga saya. Begitu besar pelajaran yang dapat saya ambil dari anak kecil tadi, anak yang begitu sayang pada ibunya. Meskipun kondisi dia seperti itu, namun karena rasa sayang kepada ibu-nyalah yang menjadikan dia kuat.
Kita yang memilki kemampuan seharusnya mampu berbuat lebih untuk keluarga kita. Jangan sampai apa yang telah diberikan orang tua kita selama ini hanya akan membuat mereka menangis sedih. Banggakanlah orang tuamu, saat 4 tahun ke depan yakini mereka akan melihatmu mengenakan toga dengan nilai terbaikmu.